BERCERMIN PADA PENGALAMAN PRIBADI DI DUNIA TEXTILE & FIBER ART
Berawal dari beberapa keterbatasan. Mulai dari dana, material bahkan pengetahuan atau wawasan yang serba terbatas, setelah sekian lama off dari dunia pertekstilan, sibuk di dunia yang lain sampai akhirnya pandemi covid hadir di negeri ini. Mengharuskan diri ini untuk tetap diam di rumah. Sementara harus tetap melangsungkan hidup. Pelan-pelan membangunnya dari NOL dengan peralatan dan material seadanya dan sangat sederhana. Pelan-pelan kembali ke dunia tekstil yang telah lama ditinggalkan. Mulai membuat karya-karya kecil dari bahan baku seadanya dan sederhana dan juga sebagian dari sisa2 material yang telah lama diabaikan. Akhirnya secara bertahap mulai bangkit. Mulai membuat peralatan lainnya meski masih dalam bentuk sederhana. Nyaris menyerah? Pernah. Tapi sepertinya saat itu Tuhan tidak mengizinkan aku untuk menyerah, lewat rasa sakit di badan. Seakan Tuhan menyuruh ku untuk terus berkarya untuk mengalihkan rasa sakit di badan. Dan ternyata benar. Ketika aku berkarya, seakan aku lupa bahwa aku sakit. Begitu seterusnya sampai akhirnya aku semakin bangkit untuk terus berkarya dan menciptakan peralatan-peralatan ku sendiri.
Adakalanya Tuhan kasih kita nikmat dengan cara-cara-Nya yang unik, bahkan menyakitkan. Gunanya, agar kita semakin dekat dengan-Nya, dan percaya bahwa pada akhirnya nanti DIA kasih kita Nikmat berupa hadiah-hadiah tak terduga.
Jangan jadikan keterbatasan kita sebagai hambatan untuk berkarya. Justru keterbatasan itu sebetulnya memancing diri kita untuk berfikir dan jadi lebih kreatif.

