ALAT TENUN PERDANA KU

Teringat masa-nasa kuliah di jurusan tekstil Seni Rupa IKJ. di mana kami memiliki studio tekstil di kampus IKJ. Ada beberapa ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) yang usianya sudah cukup tua, terlihat dari warna kayunya. Di studio tekstil IKJ itu lah pertama kalinya aku melihat alat tenun dan belajar menggunakannya, meski hanya sekilas demi satu tugas kuliah. Dari tugas itu aku tertarik dengan tenun. Setiap masuk ruangan itu, aku selalu mengelus ATBM itu sambil dalam hati mengucap “Bismillah, semoga someday bisa punya alat tenun”.

Entah bagaimana cara kerja Tuhan, sampai-sampai harus ada pandemi Covid19 dulu untuk aku bisa mewujudkan impian yang lama sekali ku abaikan.

Saat aku kembali ke dunia tekstil dan fiber art tepatnya saat pertengahan pandemi covid, seakan aku diingatkan soal impian ku tentang alat tenun. Akhirnya sambil berkarya dengan alat seadanya, aku mencari banyak informasi jual beli alat tenun di negeri ini. Hasilnya NIHIL. Tidak ada yang mejual. Bahkan setiap hari aku menghubungi banyak pengrajin tenun di berbagai daerah lewat pesan di instagram. Hasilnya tetap nihil. Mereka tidak menjual alat tenun. Bahkan aku tidak bisa membeli alat tenun yang sudah ada karena alasan sudah menjadi trdisi turun temurun dan alat-alat tenun tersebut pun juga turun temurun dari nenek moyang mereka.

Keterbatasan dan hambatan-hambatan tersebut seakan sengaja dihadirkan ke hadapan ku. Mungkin Tuhan bicara “Kenapa harus beli? Memangnya kamu punya uang? Kamu bisa bikin sendiri. Ayo, mulai berfikir!”

Dan akhirnya aku mulai bikin coretan-coretan di kertas gambar, mendisain alat tenun. Disain sederhana atas dasar keterbatasan mencari kelengkapan alat tenun. Mulai dari shaft dll nya. Kaerna sulit menemukan komponen-komponen alat tenun, akhirnya disain ini lah yang aku ciptakan. Sebuah Floor Loom (ATBM) yang mengadopsi alat tenun jenis Rigid Heddle untuk menganti besi-besi shaftnya. Ya, aku harus kreatif berfikir demi mewujudkan mimpi ku.

Dibantu kakak pertama ku akhirnya aku bisa mewujudkan bentuk real disain alat tenin ku. Alhamdulillah memiliki kakak yang hobi perkayuan. Jadi Beliau yang membangun alat tenun pertama ku ini. Alat tenun yang simple, ringan dan bisa dilipat. Cocok bagi yang memili rumah kecil.

Resized pictures - 1